Association between Vitamin D Status and Diabetic Foot in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus

Kaki diabetik adalah salah satu komplikasi diabetes mellitus (DM) yang paling menyakitkan. Proses penyembuhan lukanya memerlukan rawat inap bahkan amputasi, serta meningkatkan risiko kecacatan dan kematian pada pasien DM. Vitamin D sendiri telah diketahui berkaitan dengan penyakit kronis (termasuk DM) dan berkorelasi dengan kadar HbA1c. Namun, belum banyak studi tentang hubungan antara level vitamin D seseorang dengan penyakit kaki diabetik di China. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara vitamin D dan penyakit kaki diabetik pada pasien DM tipe 2, untuk merangkum bukti klinis dalam pencegahan dan pengobatan kaki diabetik.
Penelitian dilakukan pada 1.721 pasien rawat inap DM tipe 2 yang terdaftar di Rumah Sakit China Barat sejak Januari 2012 – Desember 2019, yang dikelompokkan berdasarkan apakah mereka menderita kaki diabetik atau tidak, dan dibagi menjadi 4 subkelompok sesuai dengan musim saat masuk rumah sakit. Selanjutnya, kadar vitamin D serum dibandingkan antara kelompok dan subkelompok. Hasilnya ditemukan bahwa kadar vitamin D serum yang rendah secara signifikan berkaitan dengan prevalensi kaki diabetik yang tinggi pada pasien DM tipe 2. Meskipun kadar vitamin D bervariasi tergantung musim, pasien kaki diabetik selalu berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D.
Artikel ini telah dipublikasikan dalam Journal of Diabetes Investigation volume 13 edisi Juli 2022.